Kejutan di Konser Glenn Fredly

Penonton tercengang dengan kehadiran Dewi Persik di atas panggung.

Glenn Fredly menuntaskan harapannya untuk bisa menghibur publik Jakarta. Dalam pesta yang diberi tajuk Intimate Concert with GLenn Fredly di Jakarta Convention Centre (JCC), Ahad (1/6), solois berdarah Ambon ini sukses membuai sekitar tiga ribu penonton dengan lagu-lagu bertema cinta yang dibalut secara syahdu disertai dengan sejumlah kejutan.

Dalam penampilan yang dikemas dengan tata panggung menyerupai persegi panjang dan ornamen berwarna putih, Glenn membuka konsernya dengan sebuah lagu romantis berjudul Kau. Kehadiran tembang manis ini terasa istimewa. Glenn dihadirkan dari balik kain putih transparan yang menutupi panggung, lalu secara perlahan semakin terlihat jelas sosok Glenn yang sedang memainkan piano. Penonton pun bertepuk tangan menyambut sang idolanya.

Sebuah kejutan yang dihadirkan di awal konser itu ternyata cukup sukses untuk membuat kesan bahwa Glenn ingin memberikan persembahan yang intim kepada para penontonnya. Lalu secara beruntun, Glenn pun seakan terus menghadirkan sejumlah kejutan dan gimmick yang membuat para penontonnya kian terpuaskan dengan konser yang berlangsung hampir dua jam.

''Suasana tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Di sini aku merasa bersyukur bisa menjadi musisi dan juga dapat menghibur banyak orang,'' kata Glenn yang bahagia melihat antusiasme penonton.

Rasa bahagia Glenn memang cukup beralasan. Soalnya konser di Jakarta ini adalah panggung pembuka dari konser maraton yang direncanakan di empat kota. Usai menghibur publik di Jakarta, Glenn dijadwalkan terbang ke Surabaya untuk menghajat konser pada 6 Juni. Lalu 13 Juni di Bandung dan terakhir tampil pada 18 Juni di Yogyakarta. ''Ini adalah awal yang sangat menggembirakan buat saya,'' kata Glenn masih dengan raut wajah penuh kebahagiaan.

Banyak featuring
Dalam konser ini, Glenn ternyata memboyong sejumlah featuring untuk meramaikan konsernya. Di awali dengan kehadiran Dewi Persikk di seperempat waktu pertunjukan. Kehadiran pedangdut ini tentu saja membuat para penonton dan wartawan sangat terkejut. Soalnya Dewi Persikk adalah seorang pelantun lagu dangdut yang sempat mendapat status cekal dari sejumlah pemerintah daerah akibat goyang seronok.

Dewi dalam konser ini hadir ketika senandung Hikayat Cinta mengalun. Di atas panggung, mantan istri dari Saiful Jamil ini tidak hanya berduet untuk bernyanyi dengan Glenn. Melainkan, Dewi cukup membuat suasana 'panas' dengan liukan tubuhnya yang mengikuti setiap hentakan lagu yang intro-nya sarat dengan ornamen perkusi irama padang pasir. Single Hikayat Cinta ini sendiri merupakan salah satu materi yang akan dihadirkan oleh Glenn di album terbarunya.

Selain berkolaborasi dengan pedangdut Dewi Persikk, Glenn menampilkan juga rapper senior Iwa K. Iwa dalam konser ini membawakan lagu Malam Ini Indah. Di awal kolaborasi muncul sedikit gangguan ketika mikrofon yang dipegang Iwa K tidak menyala. Namun secara sigap, 'gangguan teknis' tersebut segera teratasi dengan cara Glenn memberikan mikrofonnya kepada Iwa K.

Kejutan lainnya lagi yang dihadirkan dalam konser ini adalah featuring Tompi. Tompi yang memiliki suara khas melengking yang tetap nyaman di telinga, berhasil berkolaborasi secara apik dengan Glenn membawakan lagu Tega dan Kalah.

Kejutan demi kejutan memang tak pernah henti disuguhkan mantan vokalis Funk Section itu. Selain kolaborasi, Glenn sendiri juga menjadi salah satu kejutan. Misalnya ia menjadi host seperti Kick Andy, kemudian mewawancarai personel Project Pop, Gugum yang memerankan dirinya. Dalam wawancara tersebut seolah tergambar apa, siapa, dan bagaimana sosok Glenn Fredly.

Selain kehadiran Gugum, Glenn juga menampilkan satu gimmick lain dalam konsernya. Ia membuat film. Sebelum menghadirkan satu lagu, penonton diajak melihat kisah dalam film yang ditampilkan di layar. Adegan film yang dibintangi Gary Iskak dan dua aktris perempuan itu menjadi pembuka setiap lagu mellow yang akan dinyanyikan Glenn. Misalnya ketika di akhir film, Gary menyesali tingkahnya yang selingkuh sehingga kehilangan perempuan yang dicintainya. Glenn kemudian menyanyikan tembang Pada Satu Cinta.

''Aku merasa senang sekali. Hari ini pertama aku diliput banyak infotainment. Dan, juga dengan adanya kosner ini aku anggap sebagai sejarah buat aku, karena di tengah kondisi negara seperti ini semua bisa berjalan lancar,'' kata Glenn mengungkapkan segenap isi hatinya selepas pertunjukan.

(akb )
Republika
Selasa, 03 Juni 2008

Nama Acara : Intimate Concert Glenn Fredly

Tempat : Jakarta Convention Center

Waktu : 20.00-23.00 WIB

Hari/Tanggal : Minggu,1 Juni 2008

Promotor : Ruth Sahanaya Productions

Tepat satu dasawarsa perjalanan karirnya sebagai penyanyi solo,Glenn Fredly menandainya dengan menggelar konser tunggal bertajuk "Intimate Concert" minggu malam kemarin.Pilihan nama konser akhirnya menjadi konsep utama dari konser Glenn ini.Tata panggung dibuat dalam atmosfer yang intimate.Para performer tampaknya diharuskan tampil cair.Tidak mematung.Tapi bergerak sesuai ekspresi lagu.Tampaknya band yang mengiringi Glenn pun dibekali bloking.Makanya tak heran jika perkusionis Rejoz tak hanya terpaku didepan tumpukan perkusinya.Atau lihatlah gitaris Andre Dinuth yang diberi keleluasaan mengitari panggung.

Pada galibnya sebuah pertunjukan memang harus berkonsep semacam ini.Bukankah penonton yang datang ingin dihibur dan terpuaskan dengan segala sajian musik yang ada.

Konser Glenn Fredly dikawal oleh Aminoto Kosin sebagai music director dan konduktor,Saunine' Orkestra dan back up band Glenn Fredly yang dimotori Rayendra Sunito (drums),Lawrence Aswin (turntables),Andre Dinuth (gitar),Hendry Budidharma Soleiman (gitar),Rejoz (perkusi,rap),Bonar Darmawan Abraham (bass),Nicolaus Manuputty (saxophone),,Victor Lango (keyboard) serta Harry Anggoman,keyboardis sepuh yang pernah memperkuat Tarantula dan Gong 2000.

cover

Glenn pun aktif bercengkerama dengan penonton.Walau pun segmen yang memintal sekitar 13 lagu yang dirajut dengan narasi yang dibacakan Glenn serta imbuhan berupa kelebatr adegan yang diperankan Gary Iskak dan Ningrum di layar pada latar belakang terasa melelahkan.Mungkin karena deskripsinya sangat obvious dan berkepanjangan serta kelebat adegan yang sangat klise dan garing.

Tapi untungnya,melodi lagu karya Glenn memang membius sukma.Apalagi sebagian lagu yang dirangkum dalam satu babak dari konsernya itu memang bertutur tentang kekalahan dalam bercinta,selingkuh,pengkhianatan asmara dan hati yang terluka.Apa boleh buat karaoke massal pun tak terhindari lewat lagu yang dijelujur menjadi satu kesatuan ,mulai dari "Kafe Biru","Mimpi Biru","Kasih Putih","Terpesona","Jejak Langkah Yang Kau Tinggal"."Akhir Cerita Cinta","Terserah","Habis","Tega',"Kalah","Sedih tak Berujung","Sekali Ini saja" dan "Pada Satu Cinta".

Ini memang keunggulan Glenn Fredly sebagai seorang ballader dan komposer berbagai "love song".Glenn mengingatkan kita pada kiprah Babyface,komposer dan penyanyi R&B yang karyanya kerap menjadi hits,tak hanya ketika dinyanyikannya sendiri tapi juga ketika diinterpretasikan penyanyi lain.

Malam itu,Glenn pun menyanyikan sederet hits karyanya yang menjadi sohor ditangan penyanyi lain seperti "Cinta Takkan Usai" (Pinkan Mambo),Katakan Kau Milikku" (Rio Febrian),"Cinta Dibalas Dusta" (Audy) ,"Bukan Dia " (Helena) hingga "Karena Cinta" (Joy Tobing).

cover

Tetapi Glenn pun membuat imbang qua konsernya.Dia pun mencoba memasuki wilayah musik yang tak hanya berlumuran asmaran.Glenn pun tampil dengan lagu berlirik kritik sosial lewat lagu "'45" yang diambil dari album "Happy Sunday" :

Jaman makin susah
Hidup makin gila
Banyak orang yang mencari aman masing-masing
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali

Yang gila berkuasa makin menjadi-jadi
Yang tertindas tinggal menangisi nasibnya saja
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali

Penguasa-penguasa bukannya aku sok tahu
Aku memang anak baru
Namun bicara keadilan itu tak pernah kenal waktu

Apakah kita harus
Hidup sperti sebelum tahun 45
Pastinya aku tak mau....
Kebebasan hati dan bicara lantang tentang cinta
Itu yang kita mau
Aku tak bisa
Kamu tak bisa
Rasanya hidup seperti sebelum tahun 45

Glenn pun lalu menyambung lagu karyanya tadi dengan lagu "Bento" karya Iwan Fals dan Khusnul Yakin dari album fenomenal "Swami".

Walhasil,konser Glenn ini memang sarat warna.Di segmen lain,Glenn malah berduet dengan Dewi Persik,penyanyi dangdut yang sempat dicekal dimana-mana,konon karena goyangnya dianggap mengganggu stabilitas moral (hmmm.....!) dalam lagu "Hikayat Cinta",sebuah lagu baru bernuansa Arabic yang terdapat pada album terbaru Glenn "Private Collection Glenn Fredly" yang akan dirilis Sony BMG dalam waktu dekat ini.

Glenn memang banyak melakukan surprising diantaranya menyelipkan vokalis Tompi yang melakukan voicing meniru bunyi muted trumpet pada lagu bernuansa laid back crooner "Tega".Termasuk menghadirkan sederet artis hip hop seperti Iwa K dengan menyuguhkan "Malam Itu Indah" serta idiom dancehall yang diwakili Ras Muhammad dalam sebuah komposisi berbasis stomp music "RRP Anthem" yang disinergikan dengan "Lenggang Jakarta" (karya Harry Sabar) yang pernah dipopulerkan Andi Meriem Mattalatta pada tahun 1987 serta"Mobil Mama" dari debut albumnya di tahun 1998 silam.

Sebuah konser yang pantas untuk diacung jempol setelah konser "Sendiri" Chrisye di tahun 1994 silam.


cover

0 Responses