Jalan cerita album Derby Romero

Kembalinya Derby Romero (18), pemeran Sadam dalam film fenomenal Petualangan Sherina, ke panggung hiburan lewat perannya sebagai Indra di sinetron Kepompong (SCTV) langsung mendapat tempat di hati penonton, terutama kalangan remaja. Aktingnya benar-benar menghibur, natural, dan penuh penjiwaan. Bukan perkara mudah menarik atensi penonton yang saat ini sedang menggandrungi tayangan reality show. Namun, Derby yakin cepat atau lambat, penonton setia sinetron, apalagi yang menginginkan cerita fresh dan menghibur, akan menoleh ke sinetronnya. Sempat, kata Derby, Kepompong bertengger di sepuluh besar rating AGB Nielsen beberapa waktu lalu. Derby menganggap ini suatu prestasi tersendiri.
Namun, keberhasilan di awal-awal seperti itu bukan jaminan bila tanpa dibarengi dengan kualitas akting pemain-pemainnya, penggarapannya, serta kerjasama tim. Keputusan Derby ‘turun gunung’, setelah sekian tahun vakum untuk serius belajar di sekolah, bukan tanpa pertimbangan matang. “Tadinya, vakum dulu karena pengin fokus belajar dulu. Sempat juga jadi atlet anggar dan ikut Pelatnas. Tapi, itu cuma setahun, karena keinginan untuk balik lagi ke dunia entertainment terus memanggil,” cerita Derby saat ditemui di lokasi syuting Kepompong kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu (26/11) lalu. Syukurlah, sobat kental Randy Pangalila ini diberikan kemudahan jalan. Tawaran datang silih berganti, sampai akhirnya ia didapuk bermain di Kepompong.
Derby sudah berubah walau masih terlihat chubby dan gemesin. Kini, pola pikir dan cara bicaranya sudah dewasa. Bahkan, di sekolahnya dulu ia dikenal sebagai tukang debat. “Makanya aku kuliah di jurusan hukum. Tadinya, aku pengin jadi lawyer, tapi sekarang mau jadi notaris saja,” sebut mahasiswa semester pertama Universitas Paramadina Jakarta ini. Akting bukan satu-satunya kesibukan Derby. “Sekarang aku lagi nyiapin album bareng temanku. Ada kesempatan, kenapa disia-siakan?” ujar cowok yang berulang tahun saban 8 Juni ini.

Dinda Kirana Fans Club

Halo!!!!!!! Waduh, udah lama ga tambah tambah entri nie......
Ada berita bagus nie, terutama buat penggemar sinetron "Kepompong"!
Pasti tau khan??? Itoe lho, yang di SCTV jam setengah 5 sampe stengah 6 itoe?!
"Ih wow!" Yang beloem pada nonton, pantengin aja tuh TV... Tapi jangan pake benang... Ditonton! OK?
Nah, waktu doeloe, aku kan udyah pernah kasih entri tentang biodata salah satu pemain-nya tuh?
Nah kalo emang ngaku nge-fans, mending jadi member aja nie... di www.dindakirana.tk...
Tinggal klik aja tuh, URL diatas.
OK? Caranya, masuk dulu ke Dindakirana.tk. Teyus, cari yang ada tulisan register. Nah, isi dweh tuh formulir pendaftaran... Jangan lupa, centang yang "I agree".
Cakep kan??? Ok dah! Tinggal coba...

Biodata Bebi 'Kepompong'

Dinda Kirana Sukmawati

Nama Panggilan Dinda
TTL Tasikmalaya / 30 April 1995
Nama ayah / ibu S.U.Mardi/Lia Priatiningsih
Anak ke 2 dari 3 bersodara
Hobi Nyanyi, shooping
Cita-cita Dokter spesialis anak
Maknan favorit Sushi
Warna favorit Biru

Karir Dinda Kirana di dunia hiburan udah lumayan lama lho. Tahun 2004 Dinda mendapatkan juara umum Lomba Cipta Bintang Televisi. setelah itu Dinda yang asli Tasikmalaya pindah ke jakarta dan tinggal di Ibukota. Waktu itu Dinda masih 9 tahun dan baru naik kelas 4 SD. Dalam kurun waktu 4 tahun ini Dinda telah bermain di 36 Judul Sinetron dan FTV. Peran utama didapat Dinda Lewat sinetron Satu Paman Tiga Keponakan dan FTV Gadis Chatting .

Cewek kelas 2 SMPN 7 Bekasi ini memerankan karakter cewek centil, modis, agak egois, tapi setia kawan di sinetron Kepompong. "Karakter Baby yang aku perankan beda banget dalam keseharianku.Aku aslinya tomboy, nggak modis-modis banget, suka yang simpel simpel, nggak centil, pendiam, tapi manja dan suka dandan hehehehe. Makanya banyak teman-teman sekolahku yang kaget melihatku di Kepompong. Mereka bilang. 'Dinda kamu kok centil banget sih?'" cerita Dinda.

Dinda tuh yang paling muda lho di genk De'Rainbow. umurnya aja baru13 tahun. Makanya nggak heran kalau dia dipanggil Acil di lokasi syuting. "Dia manja ke Kru dan pemain Kepompong. Mungkin karena paling muda ya," komen tante Lia, Ibunda Dinda.

Oiya, gimana dengan jadwal sekolah Dinda? "Aku tetep patuh sama jadwal sekolah. Kadang dalam seminggu aku izin syuting di jam pelajaran terakhir. Sekolah sangat medukungku, apalagi kepala sekolahku, Pak Untung Hartono," jawab Dinda yang sering ditemani Tante Lia di lokasi syuting. Waduh, ortu Dinda rela lho pindah ke Jakarta demi mendukung karier Dinda. Asyik Banget

Di Copas dari Majalah teen edisi 146/thXVI/Minggu ketiga Januari 2009


======edited by pothe182========

Afgan Ikuti Jejak Glenn dan Marcell?


Tidak banyak penyanyi solo pria yang bisa mengukir nama di blantika musik Tanah Air, apalagi mampu menyeret perhatian penikmat musik Pop, R&B dan Jazz sekaligus seperti yang dilakukan Glenn Fredly dan Marcell.

Namun, Afgan Syah Reza tampaknya tidak merasa takut. Penyanyi kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini yakin dirinya punya kemampuan untuk dapat mengikuti jejak para seniornya itu.

"Menyanyi bukan hal baru bagi saya," kata Afgan, demikian sapaan akrabnya, kepada wartawan dalam acara peluncuran album debutnya yang bertajuk "Confession No.1", di Jakarta, Jumat.

Dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik, mahasiswa Semester pertama FEUI ini sejak SMU sudah sering didaulat untuk menyanyi. Tidak jarang pula ia diundang sebagai penyanyi tamu di kafe dan lounge ternama di Jakarta.

"Keinginan saya bermusik datang dari banyak orang yang memiliki kecintaan dan harapan yang sama terhadap musik, dan membagikannya kepada orang lain," kata anak kedua pasangan Lyod Yahya dan Lola Purnama tersebut.

Mengidolakan John Legend dan Stevie Wonder, Afgan untuk album perdananya mengandalkan lagu "Terima Kasih Cinta", "Klise", dan "Tanpa Batas Waktu".

"Yang saya paling suka Klise," katanya.

Confession No.1 dari Afgan diproduksi Wanna B Production menjelang akhir 2007, dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG. Penggarapannya dibantu sejumlah musisi ternama semacam Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun dan Dian PP, dan Beby Romeo sebagai komposer.(antara)

Biodata Afgan

Nie, buat Afganisme Sejati!!! Biodata Afgan!

Personal Data
Name : Afgan Syah Reza
Age : 18
Date of birth : May 27th 1989
Interest : Music, Movies, Piano
Sport : Swimming, Fitness
Fav Food : Instant noodle, Italian food
Fav. Wardrob : Jeans, vintage T-shirt
Role mode : My mom
Siblings : 3 from 4
Education : High school graduates SMA 34, University of Indonesia - International
Shio : Snake
Blood group : A
Skill of language : English – fluent, French

Jadwal konser Afgan

Tanggal
Hari
Waktu
Tempat
Event
Additional
23/01/2009
Jumat
19:00
Live - Istora Senayan HUT TPI
17/01/2009
Sabtu
19:00
PRJ - Hall D Save Our Culture
11/01/2009
Minggu
00:00
Brunei Promo
10/01/2009
Sabtu
19:00
Plaza Senayan Show
29/12/2008
Senin
20:00
La Piazza Kelapa Gading Jkt Show
27/12/2008
Sabtu
20:00
Teater Tanah Airku TMII Mandiri Fiesta RCTI Live
26/12/2008
Jumat
21:00
Hotel Bumi Minang Padang Show
15/12/2008
Senin
20:00
Trans TV Live HUT TRansTV
14/12/2008
Minggu
20:00
TransTV Live BRI di Hati
14/12/2008
Minggu
15:00
Lapangan D Senayan Staying alive
13/12/2008
Sabtu
20:00
Score - Citos Jakarta Cosmo Girl of The Year
13/12/2008
Sabtu
15:00
Mahatma Gading School Jkt Show
12/12/2008
Jumat
21:30
Selecta Convention Hall - Medan Show
10/12/2008
Rabu
22:00
Dynasty Hotel Cheers! Cafe Never Ending Party Show
06/12/2008
Sabtu
19:00
Balai Kartini Jakarta Sekolah Musik Purwacaraka
05/12/2008
Jumat
20:00
The Rock Bandung Show
04/12/2008
Kamis
19:00
SMA 5 Sukabumi Show
29/11/2008
Sabtu
23:00
Istora senayan Jakjazz Ireng maulana feat Afgan
29/11/2008
Sabtu
18:00
Balai Sarbini Kids Choice Award Global TV
28/11/2008
Jumat
19:00
Graha Saba Pramana lt. 2 Yogya Konser amal Hari AIDS Sedunia FK - UGM
26/11/2008
Rabu
22:00
Jaguar Cafe - Pangkal Pinang Riau Show
23/11/2008
Minggu
16:00
Kampus UI Jazz Goes 2 Campus
22/11/2008
Sabtu
20:00
Hotel Grage - Cirebon Show
21/11/2008
Jumat
20:00
Balai Sarbini Final Miss Celebrity - SCTV
17/11/2008
Senin
00:00
Malaysia Promo
16/11/2008
Minggu
21:00
Dejavu - Eldorado Bdg Show
16/11/2008
Minggu
11:00
Ritz Carlton Hotel Show
16/11/2008
Minggu
10:00
Dufan - Ancol Gathering
15/11/2008
Sabtu
14:00
Panggung Maxima - Dufan Ancol Gathering Bank Mandiri
12/11/2008
Rabu
16:00
Plenary Hall - JCC Jakarta Games Show
29/10/2008
Rabu
19:00
Global TV, Jkt HUT Global TV Live on
28/10/2008
Selasa
21:00
Midas, Riau Chevron Internal Event Tentativ
27/10/2008
Senin
21:00
Pakanbaru Honda event
26/10/2008
Minggu
21:00
Pekanbaru Show
25/10/2008
Sabtu
19:00
Balai Sarbini, Jkt High End Teen event
24/10/2008
Jumat
21:00
Star Queen Cafe, Semarang Show
18/10/2008
Sabtu
00:00
Ancol Hotel Mercure ANZ Panin Gathering Internal Event
17/10/2008
Jumat
18:00
Jkt Istora Senayan Soulnation Malique feat Afgan
12/10/2008
Minggu
00:00
Dumai Show Internal
11/10/2008
Sabtu
21:00
Pekanbaru Show
10/10/2008
Jumat
21:00
Medan Show
04/10/2008
Sabtu
00:00
Australia Afgan Bersama pemenang promo Album Confession #1 4 - 8 Oktober 2008
03/10/2008
Jumat
19:00
Mal Kelapa Gading 5, Jkt Show Free for public

Kejutan di Konser Glenn Fredly

Penonton tercengang dengan kehadiran Dewi Persik di atas panggung.

Glenn Fredly menuntaskan harapannya untuk bisa menghibur publik Jakarta. Dalam pesta yang diberi tajuk Intimate Concert with GLenn Fredly di Jakarta Convention Centre (JCC), Ahad (1/6), solois berdarah Ambon ini sukses membuai sekitar tiga ribu penonton dengan lagu-lagu bertema cinta yang dibalut secara syahdu disertai dengan sejumlah kejutan.

Dalam penampilan yang dikemas dengan tata panggung menyerupai persegi panjang dan ornamen berwarna putih, Glenn membuka konsernya dengan sebuah lagu romantis berjudul Kau. Kehadiran tembang manis ini terasa istimewa. Glenn dihadirkan dari balik kain putih transparan yang menutupi panggung, lalu secara perlahan semakin terlihat jelas sosok Glenn yang sedang memainkan piano. Penonton pun bertepuk tangan menyambut sang idolanya.

Sebuah kejutan yang dihadirkan di awal konser itu ternyata cukup sukses untuk membuat kesan bahwa Glenn ingin memberikan persembahan yang intim kepada para penontonnya. Lalu secara beruntun, Glenn pun seakan terus menghadirkan sejumlah kejutan dan gimmick yang membuat para penontonnya kian terpuaskan dengan konser yang berlangsung hampir dua jam.

''Suasana tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Di sini aku merasa bersyukur bisa menjadi musisi dan juga dapat menghibur banyak orang,'' kata Glenn yang bahagia melihat antusiasme penonton.

Rasa bahagia Glenn memang cukup beralasan. Soalnya konser di Jakarta ini adalah panggung pembuka dari konser maraton yang direncanakan di empat kota. Usai menghibur publik di Jakarta, Glenn dijadwalkan terbang ke Surabaya untuk menghajat konser pada 6 Juni. Lalu 13 Juni di Bandung dan terakhir tampil pada 18 Juni di Yogyakarta. ''Ini adalah awal yang sangat menggembirakan buat saya,'' kata Glenn masih dengan raut wajah penuh kebahagiaan.

Banyak featuring
Dalam konser ini, Glenn ternyata memboyong sejumlah featuring untuk meramaikan konsernya. Di awali dengan kehadiran Dewi Persikk di seperempat waktu pertunjukan. Kehadiran pedangdut ini tentu saja membuat para penonton dan wartawan sangat terkejut. Soalnya Dewi Persikk adalah seorang pelantun lagu dangdut yang sempat mendapat status cekal dari sejumlah pemerintah daerah akibat goyang seronok.

Dewi dalam konser ini hadir ketika senandung Hikayat Cinta mengalun. Di atas panggung, mantan istri dari Saiful Jamil ini tidak hanya berduet untuk bernyanyi dengan Glenn. Melainkan, Dewi cukup membuat suasana 'panas' dengan liukan tubuhnya yang mengikuti setiap hentakan lagu yang intro-nya sarat dengan ornamen perkusi irama padang pasir. Single Hikayat Cinta ini sendiri merupakan salah satu materi yang akan dihadirkan oleh Glenn di album terbarunya.

Selain berkolaborasi dengan pedangdut Dewi Persikk, Glenn menampilkan juga rapper senior Iwa K. Iwa dalam konser ini membawakan lagu Malam Ini Indah. Di awal kolaborasi muncul sedikit gangguan ketika mikrofon yang dipegang Iwa K tidak menyala. Namun secara sigap, 'gangguan teknis' tersebut segera teratasi dengan cara Glenn memberikan mikrofonnya kepada Iwa K.

Kejutan lainnya lagi yang dihadirkan dalam konser ini adalah featuring Tompi. Tompi yang memiliki suara khas melengking yang tetap nyaman di telinga, berhasil berkolaborasi secara apik dengan Glenn membawakan lagu Tega dan Kalah.

Kejutan demi kejutan memang tak pernah henti disuguhkan mantan vokalis Funk Section itu. Selain kolaborasi, Glenn sendiri juga menjadi salah satu kejutan. Misalnya ia menjadi host seperti Kick Andy, kemudian mewawancarai personel Project Pop, Gugum yang memerankan dirinya. Dalam wawancara tersebut seolah tergambar apa, siapa, dan bagaimana sosok Glenn Fredly.

Selain kehadiran Gugum, Glenn juga menampilkan satu gimmick lain dalam konsernya. Ia membuat film. Sebelum menghadirkan satu lagu, penonton diajak melihat kisah dalam film yang ditampilkan di layar. Adegan film yang dibintangi Gary Iskak dan dua aktris perempuan itu menjadi pembuka setiap lagu mellow yang akan dinyanyikan Glenn. Misalnya ketika di akhir film, Gary menyesali tingkahnya yang selingkuh sehingga kehilangan perempuan yang dicintainya. Glenn kemudian menyanyikan tembang Pada Satu Cinta.

''Aku merasa senang sekali. Hari ini pertama aku diliput banyak infotainment. Dan, juga dengan adanya kosner ini aku anggap sebagai sejarah buat aku, karena di tengah kondisi negara seperti ini semua bisa berjalan lancar,'' kata Glenn mengungkapkan segenap isi hatinya selepas pertunjukan.

(akb )
Republika
Selasa, 03 Juni 2008

Nama Acara : Intimate Concert Glenn Fredly

Tempat : Jakarta Convention Center

Waktu : 20.00-23.00 WIB

Hari/Tanggal : Minggu,1 Juni 2008

Promotor : Ruth Sahanaya Productions

Tepat satu dasawarsa perjalanan karirnya sebagai penyanyi solo,Glenn Fredly menandainya dengan menggelar konser tunggal bertajuk "Intimate Concert" minggu malam kemarin.Pilihan nama konser akhirnya menjadi konsep utama dari konser Glenn ini.Tata panggung dibuat dalam atmosfer yang intimate.Para performer tampaknya diharuskan tampil cair.Tidak mematung.Tapi bergerak sesuai ekspresi lagu.Tampaknya band yang mengiringi Glenn pun dibekali bloking.Makanya tak heran jika perkusionis Rejoz tak hanya terpaku didepan tumpukan perkusinya.Atau lihatlah gitaris Andre Dinuth yang diberi keleluasaan mengitari panggung.

Pada galibnya sebuah pertunjukan memang harus berkonsep semacam ini.Bukankah penonton yang datang ingin dihibur dan terpuaskan dengan segala sajian musik yang ada.

Konser Glenn Fredly dikawal oleh Aminoto Kosin sebagai music director dan konduktor,Saunine' Orkestra dan back up band Glenn Fredly yang dimotori Rayendra Sunito (drums),Lawrence Aswin (turntables),Andre Dinuth (gitar),Hendry Budidharma Soleiman (gitar),Rejoz (perkusi,rap),Bonar Darmawan Abraham (bass),Nicolaus Manuputty (saxophone),,Victor Lango (keyboard) serta Harry Anggoman,keyboardis sepuh yang pernah memperkuat Tarantula dan Gong 2000.

cover

Glenn pun aktif bercengkerama dengan penonton.Walau pun segmen yang memintal sekitar 13 lagu yang dirajut dengan narasi yang dibacakan Glenn serta imbuhan berupa kelebatr adegan yang diperankan Gary Iskak dan Ningrum di layar pada latar belakang terasa melelahkan.Mungkin karena deskripsinya sangat obvious dan berkepanjangan serta kelebat adegan yang sangat klise dan garing.

Tapi untungnya,melodi lagu karya Glenn memang membius sukma.Apalagi sebagian lagu yang dirangkum dalam satu babak dari konsernya itu memang bertutur tentang kekalahan dalam bercinta,selingkuh,pengkhianatan asmara dan hati yang terluka.Apa boleh buat karaoke massal pun tak terhindari lewat lagu yang dijelujur menjadi satu kesatuan ,mulai dari "Kafe Biru","Mimpi Biru","Kasih Putih","Terpesona","Jejak Langkah Yang Kau Tinggal"."Akhir Cerita Cinta","Terserah","Habis","Tega',"Kalah","Sedih tak Berujung","Sekali Ini saja" dan "Pada Satu Cinta".

Ini memang keunggulan Glenn Fredly sebagai seorang ballader dan komposer berbagai "love song".Glenn mengingatkan kita pada kiprah Babyface,komposer dan penyanyi R&B yang karyanya kerap menjadi hits,tak hanya ketika dinyanyikannya sendiri tapi juga ketika diinterpretasikan penyanyi lain.

Malam itu,Glenn pun menyanyikan sederet hits karyanya yang menjadi sohor ditangan penyanyi lain seperti "Cinta Takkan Usai" (Pinkan Mambo),Katakan Kau Milikku" (Rio Febrian),"Cinta Dibalas Dusta" (Audy) ,"Bukan Dia " (Helena) hingga "Karena Cinta" (Joy Tobing).

cover

Tetapi Glenn pun membuat imbang qua konsernya.Dia pun mencoba memasuki wilayah musik yang tak hanya berlumuran asmaran.Glenn pun tampil dengan lagu berlirik kritik sosial lewat lagu "'45" yang diambil dari album "Happy Sunday" :

Jaman makin susah
Hidup makin gila
Banyak orang yang mencari aman masing-masing
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali

Yang gila berkuasa makin menjadi-jadi
Yang tertindas tinggal menangisi nasibnya saja
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali

Penguasa-penguasa bukannya aku sok tahu
Aku memang anak baru
Namun bicara keadilan itu tak pernah kenal waktu

Apakah kita harus
Hidup sperti sebelum tahun 45
Pastinya aku tak mau....
Kebebasan hati dan bicara lantang tentang cinta
Itu yang kita mau
Aku tak bisa
Kamu tak bisa
Rasanya hidup seperti sebelum tahun 45

Glenn pun lalu menyambung lagu karyanya tadi dengan lagu "Bento" karya Iwan Fals dan Khusnul Yakin dari album fenomenal "Swami".

Walhasil,konser Glenn ini memang sarat warna.Di segmen lain,Glenn malah berduet dengan Dewi Persik,penyanyi dangdut yang sempat dicekal dimana-mana,konon karena goyangnya dianggap mengganggu stabilitas moral (hmmm.....!) dalam lagu "Hikayat Cinta",sebuah lagu baru bernuansa Arabic yang terdapat pada album terbaru Glenn "Private Collection Glenn Fredly" yang akan dirilis Sony BMG dalam waktu dekat ini.

Glenn memang banyak melakukan surprising diantaranya menyelipkan vokalis Tompi yang melakukan voicing meniru bunyi muted trumpet pada lagu bernuansa laid back crooner "Tega".Termasuk menghadirkan sederet artis hip hop seperti Iwa K dengan menyuguhkan "Malam Itu Indah" serta idiom dancehall yang diwakili Ras Muhammad dalam sebuah komposisi berbasis stomp music "RRP Anthem" yang disinergikan dengan "Lenggang Jakarta" (karya Harry Sabar) yang pernah dipopulerkan Andi Meriem Mattalatta pada tahun 1987 serta"Mobil Mama" dari debut albumnya di tahun 1998 silam.

Sebuah konser yang pantas untuk diacung jempol setelah konser "Sendiri" Chrisye di tahun 1994 silam.


cover