Dinda Kirana Fans Club
Ada berita bagus nie, terutama buat penggemar sinetron "Kepompong"!
Pasti tau khan??? Itoe lho, yang di SCTV jam setengah 5 sampe stengah 6 itoe?!
"Ih wow!" Yang beloem pada nonton, pantengin aja tuh TV... Tapi jangan pake benang... Ditonton! OK?
Nah, waktu doeloe, aku kan udyah pernah kasih entri tentang biodata salah satu pemain-nya tuh?
Nah kalo emang ngaku nge-fans, mending jadi member aja nie... di www.dindakirana.tk...
Tinggal klik aja tuh, URL diatas.
OK? Caranya, masuk dulu ke Dindakirana.tk. Teyus, cari yang ada tulisan register. Nah, isi dweh tuh formulir pendaftaran... Jangan lupa, centang yang "I agree".
Cakep kan??? Ok dah! Tinggal coba...
Biodata Bebi 'Kepompong'
Nama Panggilan Dinda
TTL Tasikmalaya / 30 April 1995
Nama ayah / ibu S.U.Mardi/Lia Priatiningsih
Anak ke 2 dari 3 bersodara
Hobi Nyanyi, shooping
Cita-cita Dokter spesialis anak
Maknan favorit Sushi
Warna favorit Biru
Karir Dinda Kirana di dunia hiburan udah lumayan lama lho. Tahun 2004 Dinda mendapatkan juara umum Lomba Cipta Bintang Televisi. setelah itu Dinda yang asli Tasikmalaya pindah ke jakarta dan tinggal di Ibukota. Waktu itu Dinda masih 9 tahun dan baru naik kelas 4 SD. Dalam kurun waktu 4 tahun ini Dinda telah bermain di 36 Judul Sinetron dan FTV. Peran utama didapat Dinda Lewat sinetron Satu Paman Tiga Keponakan dan FTV Gadis Chatting .
Cewek kelas 2 SMPN 7 Bekasi ini memerankan karakter cewek centil, modis, agak egois, tapi setia kawan di sinetron Kepompong. "Karakter Baby yang aku perankan beda banget dalam keseharianku.Aku aslinya tomboy, nggak modis-modis banget, suka yang simpel simpel, nggak centil, pendiam, tapi manja dan suka dandan hehehehe. Makanya banyak teman-teman sekolahku yang kaget melihatku di Kepompong. Mereka bilang. 'Dinda kamu kok centil banget sih?'" cerita Dinda.
Dinda tuh yang paling muda lho di genk De'Rainbow. umurnya aja baru13 tahun. Makanya nggak heran kalau dia dipanggil Acil di lokasi syuting. "Dia manja ke Kru dan pemain Kepompong. Mungkin karena paling muda ya," komen tante Lia, Ibunda Dinda.
Oiya, gimana dengan jadwal sekolah Dinda? "Aku tetep patuh sama jadwal sekolah. Kadang dalam seminggu aku izin syuting di jam pelajaran terakhir. Sekolah sangat medukungku, apalagi kepala sekolahku, Pak Untung Hartono," jawab Dinda yang sering ditemani Tante Lia di lokasi syuting. Waduh, ortu Dinda rela lho pindah ke Jakarta demi mendukung karier Dinda. Asyik Banget
Di Copas dari Majalah teen edisi 146/thXVI/Minggu ketiga Januari 2009
======edited by pothe182========
Afgan Ikuti Jejak Glenn dan Marcell?
Tidak banyak penyanyi solo pria yang bisa mengukir nama di blantika musik Tanah Air, apalagi mampu menyeret perhatian penikmat musik Pop, R&B dan Jazz sekaligus seperti yang dilakukan Glenn Fredly dan Marcell.
Namun, Afgan Syah Reza tampaknya tidak merasa takut. Penyanyi kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini yakin dirinya punya kemampuan untuk dapat mengikuti jejak para seniornya itu.
"Menyanyi bukan hal baru bagi saya," kata Afgan, demikian sapaan akrabnya, kepada wartawan dalam acara peluncuran album debutnya yang bertajuk "Confession No.1", di Jakarta, Jumat.
Dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik, mahasiswa Semester pertama FEUI ini sejak SMU sudah sering didaulat untuk menyanyi. Tidak jarang pula ia diundang sebagai penyanyi tamu di kafe dan lounge ternama di Jakarta.
"Keinginan saya bermusik datang dari banyak orang yang memiliki kecintaan dan harapan yang sama terhadap musik, dan membagikannya kepada orang lain," kata anak kedua pasangan Lyod Yahya dan Lola Purnama tersebut.
Mengidolakan John Legend dan Stevie Wonder, Afgan untuk album perdananya mengandalkan lagu "Terima Kasih Cinta", "Klise", dan "Tanpa Batas Waktu".
"Yang saya paling suka Klise," katanya.
Confession No.1 dari Afgan diproduksi Wanna B Production menjelang akhir 2007, dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG. Penggarapannya dibantu sejumlah musisi ternama semacam Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun dan Dian PP, dan Beby Romeo sebagai komposer.(antara)
Biodata Afgan
| Nie, buat Afganisme Sejati!!! Biodata Afgan! Personal Data | ||||||||||||||||||||||||||
|
Jadwal konser Afgan
|
Kejutan di Konser Glenn Fredly
Glenn Fredly menuntaskan harapannya untuk bisa menghibur publik Jakarta. Dalam pesta yang diberi tajuk Intimate Concert with GLenn Fredly di Jakarta Convention Centre (JCC), Ahad (1/6), solois berdarah Ambon ini sukses membuai sekitar tiga ribu penonton dengan lagu-lagu bertema cinta yang dibalut secara syahdu disertai dengan sejumlah kejutan.
Dalam penampilan yang dikemas dengan tata panggung menyerupai persegi panjang dan ornamen berwarna putih, Glenn membuka konsernya dengan sebuah lagu romantis berjudul Kau. Kehadiran tembang manis ini terasa istimewa. Glenn dihadirkan dari balik kain putih transparan yang menutupi panggung, lalu secara perlahan semakin terlihat jelas sosok Glenn yang sedang memainkan piano. Penonton pun bertepuk tangan menyambut sang idolanya.
Sebuah kejutan yang dihadirkan di awal konser itu ternyata cukup sukses untuk membuat kesan bahwa Glenn ingin memberikan persembahan yang intim kepada para penontonnya. Lalu secara beruntun, Glenn pun seakan terus menghadirkan sejumlah kejutan dan gimmick yang membuat para penontonnya kian terpuaskan dengan konser yang berlangsung hampir dua jam.
''Suasana tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Di sini aku merasa bersyukur bisa menjadi musisi dan juga dapat menghibur banyak orang,'' kata Glenn yang bahagia melihat antusiasme penonton.
Rasa bahagia Glenn memang cukup beralasan. Soalnya konser di Jakarta ini adalah panggung pembuka dari konser maraton yang direncanakan di empat kota. Usai menghibur publik di Jakarta, Glenn dijadwalkan terbang ke Surabaya untuk menghajat konser pada 6 Juni. Lalu 13 Juni di Bandung dan terakhir tampil pada 18 Juni di Yogyakarta. ''Ini adalah awal yang sangat menggembirakan buat saya,'' kata Glenn masih dengan raut wajah penuh kebahagiaan.
Banyak featuring
Dalam konser ini, Glenn ternyata memboyong sejumlah featuring untuk meramaikan konsernya. Di awali dengan kehadiran Dewi Persikk di seperempat waktu pertunjukan. Kehadiran pedangdut ini tentu saja membuat para penonton dan wartawan sangat terkejut. Soalnya Dewi Persikk adalah seorang pelantun lagu dangdut yang sempat mendapat status cekal dari sejumlah pemerintah daerah akibat goyang seronok.
Dewi dalam konser ini hadir ketika senandung Hikayat Cinta mengalun. Di atas panggung, mantan istri dari Saiful Jamil ini tidak hanya berduet untuk bernyanyi dengan Glenn. Melainkan, Dewi cukup membuat suasana 'panas' dengan liukan tubuhnya yang mengikuti setiap hentakan lagu yang intro-nya sarat dengan ornamen perkusi irama padang pasir. Single Hikayat Cinta ini sendiri merupakan salah satu materi yang akan dihadirkan oleh Glenn di album terbarunya.
Selain berkolaborasi dengan pedangdut Dewi Persikk, Glenn menampilkan juga rapper senior Iwa K. Iwa dalam konser ini membawakan lagu Malam Ini Indah. Di awal kolaborasi muncul sedikit gangguan ketika mikrofon yang dipegang Iwa K tidak menyala. Namun secara sigap, 'gangguan teknis' tersebut segera teratasi dengan cara Glenn memberikan mikrofonnya kepada Iwa K.
Kejutan lainnya lagi yang dihadirkan dalam konser ini adalah featuring Tompi. Tompi yang memiliki suara khas melengking yang tetap nyaman di telinga, berhasil berkolaborasi secara apik dengan Glenn membawakan lagu Tega dan Kalah.
Kejutan demi kejutan memang tak pernah henti disuguhkan mantan vokalis Funk Section itu. Selain kolaborasi, Glenn sendiri juga menjadi salah satu kejutan. Misalnya ia menjadi host seperti Kick Andy, kemudian mewawancarai personel Project Pop, Gugum yang memerankan dirinya. Dalam wawancara tersebut seolah tergambar apa, siapa, dan bagaimana sosok Glenn Fredly.
Selain kehadiran Gugum, Glenn juga menampilkan satu gimmick lain dalam konsernya. Ia membuat film. Sebelum menghadirkan satu lagu, penonton diajak melihat kisah dalam film yang ditampilkan di layar. Adegan film yang dibintangi Gary Iskak dan dua aktris perempuan itu menjadi pembuka setiap lagu mellow yang akan dinyanyikan Glenn. Misalnya ketika di akhir film, Gary menyesali tingkahnya yang selingkuh sehingga kehilangan perempuan yang dicintainya. Glenn kemudian menyanyikan tembang Pada Satu Cinta.
''Aku merasa senang sekali. Hari ini pertama aku diliput banyak infotainment. Dan, juga dengan adanya kosner ini aku anggap sebagai sejarah buat aku, karena di tengah kondisi negara seperti ini semua bisa berjalan lancar,'' kata Glenn mengungkapkan segenap isi hatinya selepas pertunjukan.
(akb )Republika Selasa, 03 Juni 2008
Nama Acara : Intimate Concert Glenn Fredly
Tempat : Jakarta Convention Center
Waktu : 20.00-23.00 WIB
Hari/Tanggal : Minggu,1 Juni 2008
Promotor : Ruth Sahanaya Productions
Tepat satu dasawarsa perjalanan karirnya sebagai penyanyi solo,Glenn Fredly menandainya dengan menggelar konser tunggal bertajuk "Intimate Concert" minggu malam kemarin.Pilihan nama konser akhirnya menjadi konsep utama dari konser Glenn ini.Tata panggung dibuat dalam atmosfer yang intimate.Para performer tampaknya diharuskan tampil cair.Tidak mematung.Tapi bergerak sesuai ekspresi lagu.Tampaknya band yang mengiringi Glenn pun dibekali bloking.Makanya tak heran jika perkusionis Rejoz tak hanya terpaku didepan tumpukan perkusinya.Atau lihatlah gitaris Andre Dinuth yang diberi keleluasaan mengitari panggung.
Pada galibnya sebuah pertunjukan memang harus berkonsep semacam ini.Bukankah penonton yang datang ingin dihibur dan terpuaskan dengan segala sajian musik yang ada.
Konser Glenn Fredly dikawal oleh Aminoto Kosin sebagai music director dan konduktor,Saunine' Orkestra dan back up band Glenn Fredly yang dimotori Rayendra Sunito (drums),Lawrence Aswin (turntables)
Glenn pun aktif bercengkerama dengan penonton.Walau pun segmen yang memintal sekitar 13 lagu yang dirajut dengan narasi yang dibacakan Glenn serta imbuhan berupa kelebatr adegan yang diperankan Gary Iskak dan Ningrum di layar pada latar belakang terasa melelahkan.Mungkin karena deskripsinya sangat obvious dan berkepanjangan serta kelebat adegan yang sangat klise dan garing.
Tapi untungnya,melodi lagu karya Glenn memang membius sukma.Apalagi sebagian lagu yang dirangkum dalam satu babak dari konsernya itu memang bertutur tentang kekalahan dalam bercinta,selingkuh,
Ini memang keunggulan Glenn Fredly sebagai seorang ballader dan komposer berbagai "love song".Glenn mengingatkan kita pada kiprah Babyface,komposer dan penyanyi R&B yang karyanya kerap menjadi hits,tak hanya ketika dinyanyikannya sendiri tapi juga ketika diinterpretasikan penyanyi lain.
Malam itu,Glenn pun menyanyikan sederet hits karyanya yang menjadi sohor ditangan penyanyi lain seperti "Cinta Takkan Usai" (Pinkan Mambo),Katakan Kau Milikku" (Rio Febrian),"Cinta Dibalas Dusta" (Audy) ,"Bukan Dia " (Helena) hingga "Karena Cinta" (Joy Tobing).
Tetapi Glenn pun membuat imbang qua konsernya.Dia pun mencoba memasuki wilayah musik yang tak hanya berlumuran asmaran.Glenn pun tampil dengan lagu berlirik kritik sosial lewat lagu "'45" yang diambil dari album "Happy Sunday" :
Jaman makin susah
Hidup makin gila
Banyak orang yang mencari aman masing-masing
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali
Yang gila berkuasa makin menjadi-jadi
Yang tertindas tinggal menangisi nasibnya saja
Ini crazy baby
Dunia semakin tak terkendali
Penguasa-penguasa bukannya aku sok tahu
Aku memang anak baru
Namun bicara keadilan itu tak pernah kenal waktu
Apakah kita harus
Hidup sperti sebelum tahun 45
Pastinya aku tak mau....
Kebebasan hati dan bicara lantang tentang cinta
Itu yang kita mau
Aku tak bisa
Kamu tak bisa
Rasanya hidup seperti sebelum tahun 45
Glenn pun lalu menyambung lagu karyanya tadi dengan lagu "Bento" karya Iwan Fals dan Khusnul Yakin dari album fenomenal "Swami".
Walhasil,konser Glenn ini memang sarat warna.Di segmen lain,Glenn malah berduet dengan Dewi Persik,penyanyi dangdut yang sempat dicekal dimana-mana,
Glenn memang banyak melakukan surprising diantaranya menyelipkan vokalis Tompi yang melakukan voicing meniru bunyi muted trumpet pada lagu bernuansa laid back crooner "Tega".Termasuk menghadirkan sederet artis hip hop seperti Iwa K dengan menyuguhkan "Malam Itu Indah" serta idiom dancehall yang diwakili Ras Muhammad dalam sebuah komposisi berbasis stomp music "RRP Anthem" yang disinergikan dengan "Lenggang Jakarta" (karya Harry Sabar) yang pernah dipopulerkan Andi Meriem Mattalatta pada tahun 1987 serta"Mobil Mama" dari debut albumnya di tahun 1998 silam.
Sebuah konser yang pantas untuk diacung jempol setelah konser "Sendiri" Chrisye di tahun 1994 silam.